|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2.5.11
Saya suka menulis. Dari pertama belajar menulis waktu TK, sampai sekarang pas uda bekerja. Koreksi! Sekarang saya lebih banyak berhadapan dengan komputer, jadi jarang menulis pake tangan lagi. Tapi tetep aja, konteksnya menulis. Awalnya saya suka menulis diari. Tauuu dddooongggg.... dulu ngetrend banget punya diari. Ada diari pribadi, yang isinya curhatan melulu dan sangaaaat rahasia sampe digembok segala. Sampe diari yang kita bisa tuker-tukeran sama temen untuk nulis biodata dan kata-kata mutiara... Lalu pas SMP, saya suka menulis cerpen. Cuma di buku tulis sih... itu kadang nyolong-nyolong waktu pas sekolah ato pas ngerjain PR di rumah. Ada beberapa buku cerpen saya, yang sekarang raib entah kemana. Pembacanya dulu temen-temen karib saya. Semua menyarankan untuk mengirimkan ke majalah. Saya yang nggak pede. Ada kebiasaan buruk saya saat menulis cerpen. Pertama, TIDAK PERNAH MEMBUAT JUDUL. Judulnya belakangan kalo saya dapat ide atau saran temen. Kedua, kalo cerpen yang belum selesai dibuat dipaksa dibaca temen, ujung-ujungnya cerita itu GAGAL TOTAL alias TIDAK SELESAI. Entah kenapa, kalo buku tulis saya itu dibaca temen, dan ceritanya belum selesai ditulis, semangat udah nguap entah kemana. Saya juga punya diari pribadi yang gak ada gemboknya (yang sampai saat ini disimpan mantan pacar saya, heran juga koq bisa sampai ditangan dia). Dan beberapa diari kecil yang berisi biodata temen-temen saya (yang juga entah dimana). Juga ada 1 diari yang isinya percakapan saya dengan pacar saya. Tau kan, kamu nulis disitu bla-bla-bla... kasiin ke pacar. Dan dia menjawab dengan tulisan bla-bla-bla juga. Semacam alat komunikasi gitu deh... Waktu SMA, hobi menulis cerpen saya masih berlanjut. Tapi dengan skala yang lebih jarang, karena saya banyak tugas nggak jelas (PR sekolah, PBB, paskibra, OSIS, pacaran... heuheuheuuu...). Tapi, buku komunikasi ala pacar saya waktu SMP masih juga berlanjut dengan temen sebangku saya. Ini sih sebagai tipu muslihat. Jadi nggak keliatan ngobrol pas lagi jam pelajaran. Nama buku itu “Buku EMBER”. Tempat kami ngember alias ngobrol. Hahahaha... menggosip, curhat, ide gila, ngerasani guru... ada semua di buku itu. Paling banyak sih ngomongin cowok... :d. Trus pas jamannya kuliah, hobi menulis diari dan cerita pindah ke media yang lebih keren bernama KOMPUTER. Semua ber-password. Dan saya sangat menyesal karena sekarang saya lupa passwordnya apa. Jadi tulisan-tulisan saya itu bakalan terkunci pada file-file data yang ntah sampai kapan bisa dipecahkan kode rahasianya. Ketika mulai bekerja, hobi menulis mulai berkurang. Karena yang jelas, saya BEKERJA. Kalaupun menulis, tentunya disebut “mengetik” dan itupun isinya bukan cerita. Tapi, saya bertemu dengan suami saya juga ditempat kerja. Loh! Apa hubungannya menulis dengan kisah asmara???? Seperti biasa, komunikasi via tulisan masih juga dilanjutkan. Sudah jaman sms, tapi kan eman pulsa? Hehehe... dan kantor juga belum onlen seperti sekarang. Tidak bisa YM’an. Jadi, karena ruangan saya gak begitu jauh dari ruangan calon suami (saat itu), kami bertukar “surat cinta” sesempatnya. Medianya pun sangat terbatas. Kertas bekas yang gak kepake, biasanya dipotong menjadi 4 lembar dan digunakan sebagai kertas coret-coret sama rekan-rekan kerja. Dan itulah kertas yang dibuat menjadi “surat cinta”. Saya menulis semua pertanyaan, bahan obrolan dan apapun di kertas itu. Kemudian menyelinap sebentar ke ruangannya dan menyelipkannya dibawah keyboard komputernya. Begitu juga sebaliknya. Tentu saja nggak kentara. Karena memang gak ada yang tau, kami mondar-mandir juga pas sambil ada perlunya. Hihihihi... Hebatnya, kertas-kertas bulukan itu masih tersimpan sampai sekarang. Setelah hampir 5 tahun pernikahan. Juga ada 1 binder book yang penuh tulisan kami berdua. Kadang saya dan suami suka membaca ulang buku dan kertas bulukan itu. Mengingat-ingat lagi janji dan rayuan kala itu. Huahahahaha... kalo diliat meski tidak sesuai impian, kenyataan sekarang yah... kurang lebih samalah dengan isi tulisan jaman dulu itu. Saya juga punya blog, istilah keren dari Internet untuk tempat menulis di dunia maya. Dihitung-hitung, saya pernah punya 6 blog sepanjang karir onlen saya. Yang sekarang semuanya uda saya delete. Looongggg story!. Saya pernah punya sahabat baik ketika mulai menulis di blog. Karena dia menyukai tulisan-tulisan saya. Meski isinya kadang hanya sekedar uneg-uneg saya. Semua blog saya itu, punya kisah dan cerita pada jamannya. Tapi saya yakin untuk menghapusnya. Belakangan saya menulis lagi puisi-puisi. Dan menyimpannya dalam blog juga. Tapi uda lama banget nggak menulis lagi. Sekarang saya pingin menulis kisah-kisah yang sesuai dengan keseharian saya. Kalo dulu mungkin blog saya berisi kisah anak remaja. Sekarang status saya sudah berbeda, jadi istri dan ibu. Saya akan menulis dengan identitas baru saya, dengan gaya saya yang lama. Xoxo 19.3.10
Bukannya aku tak peduli pada matahari Dan bukannya aku tak sudi memeluk bulan Ketika batas antara pagi dan malam memburuku Aku berada di rembang petang yang menggenangiku dengan cemburu Ragu untuk menyerah pada malam Enggan untuk mengingkari pagi Mata hatiku yang rapuh kian buta meraba remang cahaya Namun tak sekalipun kedipannya melemah karena duka Jadi kukira, tak ada yang bisa kulakukan lagi Selain mengucap Bismillah dalam hati Dan berdiri sendiri sampai kedipan terakhir Diantara matahari dan bulan Di kubangan rembang petang 12.3.10
Temaram sepanjang pandangan Membutakan hati, rasa dan luka Juga menggelapkan akal beserta logika Mengapa? Ku kira karena hujan yang menghujam Ku kira karena debu yang beterbangan Ku kira karena kabut yang menggumpal Bukan dan memang tidak.. Ketika yang dikira-kira menjadi sebentuk nyata Aku baru paham Temaramnya duniaku bukan karena ketidakmampuanku memandang.. Tapi asa yang ditingkahi oleh rindu Dimangsa oleh gerhana merana Dibunuh oleh jangkauan sepi Ditelantarkan oleh marahnya cinta Jadi, aku harus melihat kemana? Ke belakang untuk menyentuh punggungnya? Ke samping untuk meraba tangannya? Ke atas untuk menggapai matanya? Atau ke depan, untuk mencium lekat-lekat bibirnya? Jadi, aku harus bangun dan menjaring nyawaku yang bertaburan di benak mimpi.. Mengedip pada masa lalu, Memandang hangat hari ini [walau pedih] Dan melangkah untuk masa yang akan datang.. Demi waktu Meski temaramnya mengikat Tak bisa ku ingkari egoku Apalagi ku ampuni perasaanku Aku mencintaimu dengan syarat. Titik. Ditambah oleh temen-temen FB : Miftahul Fenany Saat cinta berkata Rindupun mulai hadir cinta yang bersemi..melalui..takdir namun apa yang ku alami Cinta..................... 20.2.10
Jika merah itu setangkup darah, Maka merahlah mataku Jika biru itu sepedih goresan paku, Maka birulah hatiku Jika hijau itu sedalam danau, Maka hijaulah perasaanku Jika kelabu itu kilaunya mendung, Maka kelabulah kalbuku Jika hitam itu sepekat malam, Maka hitamlah nuraniku.. Hebatnya, Jika emas itu secerah mataharimu, Maka emaslah rona hidupku... SAYANGku, Warnaku tak sesempurna pelangimu yang memelukku Tapi CINTAku, kusempurnakan hidupku selalu untuk menunggumu Dan RINDUku, kusembahkan pada kekasihku.. Tak ingin kuucapkan, seolah-olah kau tak pernah ada.. Kau akan ada, ada, ada, dan selalu ada disini.. Menyerahlah Fitrahku, Teriakan namaku.. Aku merindumu.. 12.2.10
Yossi Moichi MuhaRif : Memunguti remah-remah malam demi memperpanjang
mimpi yang nyaris dihapus mendung pagi.. Hufft.. Menyesal ku tak
melumatmu semalam!! You, Atik Sugiarti and Muhammad Hanif Al-Faqir like this. Mengapa tak engkau hapus aja sekalian... aga tak ada sesal... Masih tidak rela hidupku diatur pagi. Takkan rela! Tetapi pagi telah merengkuhmu... menggelayuti tubuhmu... dan merenggut seluruh malam-malammu... Jika demikian, maka kubiarkan pagi mengambilku tanpa sisa.. Dan jangan kau ratapi itu. Karena mimpi tentangmu itu semu.. Berhentilah mimpi, aku tak lagi peduli. Tuhan... mengapa setiap desah itu menyakitkan... semakin kubiarkan.. semakin perih terjamah pagi... Maka baik kau, maupun aku, harus menemukan penawarnya.. Jika pagi tak mau berbagi, pasrah sajalah.. Sudah kuserahkan inti eksistensiku padanya. Dan biarlah malam hanya menjadi bayang masa lalu bersama mimpi di pusaranya. Aku punya malaikat kecil yang menunggu sepanjang usia.. Sumpah, ku sudah melupakan malam. darimana harus kupercaya bahwa malammu sdh terlupakan sementara engkau terus bernyanyi tentang indahnya pagi hwaaa..hidup....aku tak mengerti... mempermainkan perasaan.... seakan lepas tulang ini dr tubuhku.. rabb..benarkah aq pendusta.. Jika ia bertanya mengenai kesetiaan? Maka kesetiaanku takbisa disandingkan. Jika ia bertanya mengenai kepercayaan? Maka percayalah, sejak hari kemarin, ia sudah terlupakan.. Kali ini tak kubiarkan ruangnya menguasaiku lagi. Karena sudah cukup bagiku untuk mengalah.... See More Lihat saja. Detik ini, tak kan kugaungkan lagi namanya di gendang hidupku.. Malamku hanya terlewat untuk menunggu pagi Jika angin bersedia mengabarkan pada malam, Maka dengarlah wahai sayangku.. Diriku yang sempurna ini, hanya untuk pagi. tanyakan saja sama lumbung perasaanmu kan kau temukan jawaban di dasarnya... bisakah??...... mengalah bukan berarti kalah.. tanya itu percuma...obati lukamu karna racun itu racun mematikan yang kau hisap karna merindu Mari kita cari baygon bersama.. Cheers! Wkwkwkwk.. [pujangga'e gendheng kabeh]
Jika aku bisa menulis nasibku, Akan lebih baik [kukira] bagiku Tapi apa kata dunia? Bila yang kuinginkan bersamamu adalah… Duduk ditepian sungai Nil sambil sarapan pagi Merenda malam di Istana Taj Mahal Menikmati gondola sepuasnya di lorong Venesia Bersujud Tahajjud tiap malam di depan Ka’bah Melempar pesawat kertas dari atas Eiffel Menyendok es krim dipinggir cincin Saturnus Menonton romansa di Colosseum Roma Mendulang cinta di kubangan Niagara Membangun erotisme-mu dengan Victoria Secret-ku Menyeka wajahmu dengan mata air Zam-Zam pribadiku Menjadikan Will Smith sebagai penjagaku [ahaaa… udah mulai ngaco] Masalahnya, Yang menulis nasibku bukan aku… Tapi Sang Penciptaku Jadi, aku pasrah pada TakdirNya Yang aku mohon hanya satu [padahal dari kemaren mintak melulu] Ya Allah… Bila Engkau menulis nasibku hari ini, Maka kumohon tuliskanlah nasibku sebagai orang yang beruntung Jika demikian, maka akan kujamah takdirku, Dengan langkah mantap tak tergoyah Sekali lagi tanpa melihat ke belakang, Dimana semuanya adalah Takdirku yang sudah terlewati nasib Sudah ah, Aku terlalu banyak meminta dari-Mu Nanti, lumbung dosaku bertambah penuh karena lupa dengan kewajibanku Besok-besok lagi ya… Karena hari ini sudah mulai menggila Untuk sementara, aku tidak minta apa-apa Hanya berharap ia [dan ia-ia yang lain] baik-baik saja... Amin... 11.2.10
Tuhan menciptakan mereka, Api dan es Utara dan Selatan Matahari dan bulan Siang dan malam Hitam dan putih Langit dan bumi Terang dan gelap Sedih dan bahagia Cinta dan benci Laki-laki dan perempuan Sepasang untuk setiap milikNya Entah itu saling melengkapi Saling memunggungi dan saling menggantikan Atau saling menghabisi jika disatukan Bagaimana reaksi Tuhan, jika aku, si manusia biasaNya MemintaNya, sekaliiiiiiii saja… Menyatukan pasangan-pasangan itu dalam duniaku? [kan DIA bilang, hanya kepadaNya aku bisa meminta, betul tidak?] Jadi, Tuhan, bila Engkau mendengar doaku, maka … Aku mau, selama apinya membakar hatiku, esku mendinginkan fikirannya Aku mau, Utaranya menjadi utaraku, dan selatanku menjadi selatannya ketika kami saling mencari Aku mau, bila siangnya bersamaku, maka malamku pun tidur dipeluknya Aku mau, Langitku dan buminya tak ada garis batas yang menghalangi Aku mau, terangnya kebaikannya menutupi gelapnya keburukanku Aku mau, ia merasakan bahagiaku saat aku dapat mengobati kesedihannya Aku mau, ia mencintaiku sebesar aku membenci kehilangannya Aku mau, hanya ia laki-lakiku sementara hanya aku perempuannya Hanya itu… Banyak tidak permintaanku Tuhanku yang Maha Sempurna? Bila terlalu banyak, Kabulkanlah yang terakhir saja “Hanya ia laki-lakiku sementara hanya aku perempuannya” Yang lainnya, bisa kupikirkan caranya TakdirMu adalah nasibku NB : Tuhan, mohon segera dibalas ya… 10.2.10
Masih ingat tidak? Bisikanmu di telingaku kala itu.. Atau mungkin, Rayuan puitismu diatas daguku.. Waktu berlari tak lagi terkejar Bahkan sentuhanmu pun tak lagi kau ingat Ingat tidak? Ayo jawab.. Aku merindukan saat itu sayang.. Talk in the Dark
Aku Raja mu.. Sadarkah kau akan hal itu? Desahan nafasmu Itu adalah udaraku yang kau pinjam untuk membasuh paru-parumu Derap fikiranmu Itu juga kata-kata yang kutanamkan dalam-dalam untuk logikamu Pandang dengan matamu Bukankah itu jendela yang kupasang untukmu? Debar jantungmu Lupakah kau, itu adalah musik yang kutabuhkan selalu? Ah, kurasa kau sengaja lupa pada Raja mu.. Atau kau memang tak tahu diri? Kau tak kan bisa lari dariku Kukejar kemanapun sampai waktu merenggutmu Dan kuminta nyawamu sebagai pengganti gadaimu Jangan pernah kau coba, bahkan sedikit saja, Mengabaikan Raja mu.. Karena takkan ku ampuni tiap detik yang kau lewatkan tanpaku Ingat satu hal, manusia lemah !!! Dan ukir dalam dengan darah di nadimu yang tercela itu! Aku RAJA mu.. *untuk setiap kenangan yang me-RAJA-iku tanpa ampun* 9.2.10
Jelas aku merindumu.. Di masa lalu, yang mengabur Di masa ini, yang hampir pudar Bahkan di masa depan, yang belum terlukis kanvasnya Jelas aku memujamu.. Pahatan tangan Pemilik Langit di wajahmu, Belaian halus satin kulitmu, Buaian wangi nafas surgamu, Alunan mantra cinta suaramu, Hingga dekapan menyekap didadamu Jelas aku memilihmu.. Menumpahkan tinta hidupku di lembaran putihmu Menyerahkan rangkaian jiwaku di lembah ragamu Membelah kepingan hatiku disematkan dihatimu Bahkan merelakan nyawaku ditelan emosimu Tapi JELASKAN padaku, Apakah mataharimu akan terbit di bumiku? Apakah bulanmu akan mengorbit di malamku? Apakah bintangmu berpendar di planetku? Apakah pelangimu melingkar di langitku? Dan, Apakah cintamu sekuat cintaku? Ataukah hanya hujan yang kau kirimkan di duniaku? Memudarkan warna pelangi mataku? Mengaburkan suara mantra yang berdengung nyaring digendang telingaku? Menyebarkan aroma pedih di hidungku? Petir dan kilat yang kau getarkan, Takkan pernah bisa meruntuhkan hasratku padamu cintaku.. Karena JELAS sudah bagiKU, kau hidup dan matiku. Sekarang jelaskan saja.. Jawab ringkas saja.. Apakah YA atau TIDAK? Karena jika YA, aku akan mencintaimu sampai mati.. Namun jika TIDAK, maka, aku pun akan membencimu sampai kau yang mati.. *ingatlah, bahwa Aku, si possesif*
|
about calendar
linkages
tagboard credits RSS Atom original skins title : w4rnawarni: (pink) bikini girl (Adfree) designed by w4rnawarni @ blogskins |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hanya sebatas ungkapan kata-kata
terkadang Cinta bukan untuk bersatu
walw harap Agar dapat kulabuhkan hapan cintaku
Agar akupun dapat merasakan hangatnya cinta''...
Terlihat
tak terura...i penat, pengap, padat, terkunci seperti tak terurai tapi
beda terasa saat diraba dan dibelai terasa nafsu..yg mengiringi cinta
merusak jiwa punah kan kesucian cinta yg ada d' sana cinta membuat
dosa''
Terlalu mahalkah kebahagiaan itu Terlalu berhagakah luka
itu Terlalu indahkah sakit itu Terlalu.. terlalu dan terlalu.. sunguh
terlau.....mati sia sia dengan cinta palsu...''
terkadang tak d' sadari..........
di alun-alun jiwa-jiwa yg juga kehilangan
sentuh hati dan jisimnya
agar pedihmu kuat melahap sedihmu
Atik Sugiarti terangilah jalanmu dengan cahaya cinta yang tersisa
agar terlihat jejak itu..apa itu syaratmu
kuyakin kamu pasti bisa melihat dengan jelas
dengan jendela hatimu...kemana kmu harus melangkah..
Sudah kusenandungkan ujianku melalui lagu yang melintasi hatinya
Tak juga cukup bagiku untuk menerima jampi-jampi doa yang dikirimnya lewat air mata
Kuharap ku selalu bisa menerima debu, kabut dan luka
Berharap menyentuh disudut benak, jiwa dan fikirannya... See More
Kelak aku akan bersahaja
Menerima hidup, takdir dan cinta yang sudah ditorehkan-NYA
Andai saja,
Semua semudah menulis kata-kata cinta
Akan kuhapus hidup binalku menjadi sesuci perawan Maria
di perasingan langkah...........
Merantai tangan dengan duri keindahan mawar yang tak terjamah
Lalu memenjarakan jiwa dalam gelora kerinduan yang bersenandung
Aku lelah mencumbui kerinduan ini,...
sayank…
Seringnya aku lewatkan lelap mengurai benang harap
Agar engkau lekas kembali...
saat aku... terjaga
Namun ….
Aku hanya punya bekal mimpi semalam darimu
Untuk aku slalu simpan di perjalanan siang hingga petangku
Dalam penantianmu, sayank…
Muhammad Hanif Al-Faqir tapi kenapa engkau biarkan rinduku seperti kota mati...
tak ada sekat-sekat keindahan
yang memadukan dua jiwa sepanjang hari
hanya ujung-ujung kata yg pupus tak terucapkan
dan engkau pergi... ... See More
laluiku yg sedang bernyanyi di hamparan sunyi...
lalu... harus bagaimana aku...?
sunyimu tlah jadi gaung di hatiku
haruskah kumenangis
atau tersenyum melihat perih terbalut bhagia
dua jiwa tlah terpadu di bawah senandung kalbu..... See More
mengapa kau senandungkan syairmu..
kau lantunkan perihmu dengan untaian mutiara
untuk diriku..
tapi kini raguku menebal..
benarkah untukku sang penawar
semua keindahan yang kau lukis dengan airmata
selalu kucoba terka..
tapi sulit karena jubah keangkuhan cintamu..
yang masih bisa dan berbisa
merayu cumbu asmara memuja dan puji setara menyanjung tanpa tahu arti'...
bosan terhambur jenuh setiap lengah waktu
kosong pikiran tak menempat hati yang bercampur... See More
rasa pada awalnya manis memabukkan seperti secawan anggur merah.....
tapi tak jelas kini ?
kurasa telah kusam, menyudutkan jiwa yang harap
agar dimengerti
tak sekedar dicintai...aku' ingin yg lebih bermakna'..
diamku bukan berarti bisu
acuhku, terkesan angkuh
tak peduliku, biar engkau artikan agar terfikirkan
tak terabaikan ..keinginan tulus ku
mungkin aku ingini seperti ini
seperti anggapanmu .......
yang tak lagi bertanya
hanya merasa , merana ,menagis, dan kau menertawakan aku'...
harusnya kau sadari
aku jenuh..!
biar engkau pahami arti
biar kau selami ....makna hadirku'..